Midwife, My world

Standard

Midwife, ya midwife. Bidan dan Bidan.
Jadi bidan itu, susah susah gampang. Pas mau kuliah, 5 tahun lalu, sama sekali gak ada pandangan kalo bidan tu bakal kayak gini. Ya, cupet aja mikir kalo bidan itu cuma ngurusin orang lahiran, kerja di klinik, udah end.

Tapi ternyata salah, salah total, salah banget, dan banget banget salah. Bidan itu gak cuma ngurusin orang lahiran doang, dari semua siklus wanita itu jadi daerah jajahannya. Mau dari bayi sampe lansia pun masih punye die. Mau yg kerja di klinik apa di kampus juga urusannya ma yang namanya “PEREMPUAN”. Gak cuma kesehatan secara fisik aja yg di back up ma bidan tapi psikologis jg, bahkan komunitas jg jadi wilayah jajahannya. *kayak jaman penjajah aja

Nah,ini tahun kedua aku kerja jadi bidan, kerja di Puskesmas yang jumlah rata-rata partusnya 60. Rame kan? iya rame banget apalagi kalo jaga pagi, udah super duper sibuk. Skill ku di sini bener-bener diasah. Ketemu ma banyak bidan senior, dr. SPOG, residen, co-ass, adek-adek praktikan, pasien-pasien yang banyak macemnya dengan karakteristik yg berbeda-beda yang bikin ku tiap hari belajar mengerti dan menjadi dewasa. Bisa mendampingi seorang bayi imut lucu lahir itu rasanya sesuatu banget. Seneng iya, tegang juga iya, gemes juga, pengen nangis juga, bersyukur juga iya. Campur campur.

Aku bersyukur lahir menjadi seorang bidan, dan akan terus menjadi bidan, and I have a lot of dream, I can take them. Terus berusaha. Semangkaaaaaaaaaaaaaaaa^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s